Pengamatan Burung di Sekitar Kampus 4 UAD

Sabtu, 6 Februari 2021, Kelompok Studi BINOBIO mengadakan kegiatan pengamatan burung bersama dengan alumni dan anggota dari Kelompok Pengamat Burung (KPB) Bionic-UNY. Kegiatan dilaksanakan dengan mengambil lokasi di area persawahan di belakang Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dalam kegiatan ini, jenis burung yang menjadi sasaran utama pengamatan yaitu burung-burung air yang terdapat di lokasi tersebut. Kegiatan pengamatan kali ini bertepatan dengan bulan kegiatan Asian Waterbird Census (AWC) 2021. Asian Waterbird Census merupakan bagian dari International  Waterbird Census (IWC) yang bersifat global dan merupakan salah satu upaya konservasi terhadap burung-burung air serta lahan basah sebagai habitatnya.

Personil Binobio UAD dan Bionic UNY

Hasil pendataan yang diperoleh dari kegiatan IWC dan AWC sejauh ini dimanfaatkan  untuk menentukan status populasi burung air secara global, sebagai acuan pengelolaan kawasan lahan basah, penentuan lokasi penting untuk Konvensi Ramsar dan East Asian Australasian Flyway Partnership serta sebagai acuan penentuan status jenis-jenis yang dilindungi. Kegiatan pengamatan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, seperti menggunakan masker, menjaga jarak antar pengamat dan menggunakan hand sanitizer. Pengamatan dilakukan mulai pukul 15.45-17.00 WIB dengan menyusuri pematang sawah yang ada dengan konsentrasi pengamatan ke arah Timur karena di area tersebut lebih terbuka sehingga memudahkan pengamatan. Pada pengamatan kali ini berhasil teramati 14 jenis burung dengan total individu berjumlah 93 ekor. Diantara 14 jenis yang teramati, terdapat empat jenis burung air, yaitu Kuntul kerbau (Bubulcus ibis), Blekok sawah (Ardeola speciosa), Mandar-padi sintar (Lewinia striata) dan Mandar batu (Gallinula chloropus). Salah satu temuan menarik dari pengamatan kali ini yaitu burung Mandar-padi sintar yang ditemukan merupakan individu muda yang menjadi indikasi bahwa jenis burung tersebut berhasil berkembang biak di persawahan belakang kampus 4 UAD. Setelah kegiatan pengamatan dilaksanakan, dilakukan sesi diskusi dan sharing ilmu mengenai burung, serta tidak lupa berfoto bersama untuk mempererat tali silahturahmi antara KS BINOBIO dan KPB Bionic-UNY.

Individu muda burung Mandar-padi sintar (Aghnan-Bionic)

 

Dekomposisi Sampah dengan Maggot

Dosen Biologi UAD pada hari Sabtu 29 Agustus 2020 mengadakan pelatihan dekomposisi sampah menggunakan maggot lalat hitam. Kegiatan ini bekerja sama dengan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Mergangsang Yogyakarta. Kegiatan yang diketuai oleh Inggita Utami ini bertujuan untuk memanfaatkan agen biologi yang berupa maggot lalat hitam untuk mendokomposisi sampah organik atau limbah rumah tangga. Selain itu, maggot lalat hitam ini juga dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak yang memiliki kandungan nutrisi tinggi.

https://www.krjogja.com/berita-lokal/diy/yogyakarta/ulat-manggot-jadi-pakan-ternak-alternatif/

Mahasiswa Biologi UAD Lolos Seleksi ON Bio

Mahasiswa Biologi atas nama Febriofca Galih Yatalaththov sukses mengamankan satu tempat sebagai wakil dari regional V untuk tampil dalam skala nasional bersama dua peserta lainnya dari Universitas Gadjah Mada. Galih merupakan mahasiswa biologi UAD angkatan 2018. Perlu diketahui Galih merupakan mahasiswa yang aktif di dalam perkuliahan. Selain itu, Galih dikenal sebagai sosok yang periang, humble dan low profile. Semoga dengan adanya pemicu ini dapat menjadikan pemantik bagi mahasiswa biologi UAD lain untuk dapat lebih berkarya dan percaya akan kemampuan dirinya, baik di bidang pengetahuan ataupun bidang lainnya.

Webinar Lab Riset Biologi #3

Lab Riset Biologi UAD mengadakan webinar #3 pada tanggal 22 Agustus 2020 dari sub-lab ekologi. Narasumber pada webinar kali ini adalah Dr. Agung Budiantoro dan Nurul Suwartiningsih, M. Sc. yang masing-masing akan membawakan tema yang menarik. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada pamflet berikut:

Link pendaftaran webinar LRB Bio UAD #3

Pembuatan Kompos dan Pupuk Organik Cair di Desa Somongari, Purworejo

Salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang diketuai oleh Bapak Drs. Hadi Sasongko, M.Si. di desa Somongari Purworejo ini mengadakan kegiatan pembuatan pupuk kompos takakura dan pembuatan pupuk organik cair. Pembuatan kompos dan pupuk organik cair ini diharapkan menjadi salah satu upaya dalam membantu masyarakat sekitar dari ketergantungan terhadap kompos dan pupuk sintetik sehingga dapat membantu menjaga kelestarian ekosistem. Pembuatan kompos diawali dengan mengumpulkan bahan baku pembuatan kompos, sedangkan untuk pupuk organik cair didapatkan dari fermentasi bahan baku kompos tersebut.

Untuk proses pembuatan kompos dan pupuk organik cair selengkapnya dapat dilihat pada laman berikut:

Kompos https://youtu.be/431a0xU5Cmk

Pupuk organik cair https://youtu.be/hycxaGUrqfY

Tugas Mata Kuliah Ekowisata

Semester ini Prodi Biologi UAD menawarkan matakuliah pilihan Ekowisata. Mata kuliah ini bertujuan untuk menggali potensi wisata dari lingkungan sekitar, baik dari asal mahasiswa ataupun lainnya. Pada mata kuliah ini mahasiswa diminta untuk membuat suatu dokumentasi yang dapat menjadi nilai jual dari lokasi yang dijadikan obyek. Berikut beberapa video hasil dokumentasi dari mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut:

1. Esa : https:https://youtu.be/AP1VjCFQF0
2. Merry :https://youtu.be/AlMnFuiCvPc

3. Erni : https://youtu.be/mnXkRlycJiM
4. Arlinda : https://youtu.be/jeAd973KzjM
5. Nurul Istiqomah: https://www.youtube.com/watch?v=JU5h8l337xs&t=34s
6. Eriza : https://youtu.be/C-YFCfZhj_g
7. dimasyusca : https://youtu.be/a3EUHL6h9AQ
8. Dilla Rofiyanti: https://youtu.be/7Po7xfINAAU
9. Ragil Yoga Mandhala Wicaksana (Birder Amatir): https://youtu.be/sMeLq4rkyjA
10. Husna : https://youtu.be/JJWiJQgkPdA
11. Kenni Resdianningsih: https://youtu.be/JgNELAGK2Po
12. Auliyah Nursintha: https://youtu.be/l_5PFgIPgt4
13. Frastica Ade Sandova : https://youtu.be/H7JM7QEpTDI
14. Violita Syukroni : https://youtu.be/uq7bNlniH5I
15. Arum Dewi Maharini : https://youtu.be/xUX_-6qvvZc
16. Hafidz Uddin Hidayat :
https://youtu.be/iFYcNCna9SQ
17. Ayu Cahya Ningsih : https://youtu.be/WNNxsOPFwZM
18. Arina Al Haq : https://youtu.be/3_vFjt_Bbao
19. Novilia Suprihatini : https://youtu.be/os6BRyom4sk
20. Elisa Pratiwi : https://youtu.be/BIOS07k7yu8
21. Tasya Aulia Putri : https://youtu.be/CqzW0_rVJA4
22. Mita Rahyuni :
https://youtu.be/jZCFPPeOdak
23. Yessi Aprilia : https://youtu.be/0xYwXgzxvvM
24. Tri Liana Marthadela : https://youtu.be/5I2eeyWk8H8
25. Lyly Nur Indah Sari : https://youtu.be/bIwDqOfswUE
26. M. Agung Faturohman : https://youtu.be/Ncx3xQL6pmo
27. Glady Sunggoro : https://youtu.be/aNhULEkfxsA
28. Megawati: https://youtu.be/IffRJliZ8EY
29. Fauziana Eka Nurwidyantary: https://youtu.be/Vw3WBrN7XZg
30. Shinta Dwi Ichsanti: https://youtu.be/QxE51Qwpjeo
31.Danni Setyawa : https://youtu.be/JJ3sYwXRaAc
32. Dinda Atikasari:https://youtu.be/Q6WBpfWdgqE
33. Winda Aulia :
https://youtu.be/r02RFGexekk
34. Raffly muhammad D: https://youtu.be/tq5ociQzpmw
35. Rizky Indriyani: http://https //youtu.be/i-zabn9MgYU

36. Muhammad Rizki Hafiz Nur : https://youtu.be/v4DNRe58Y2A
37. Lily wulandari : https://youtu.be/CkXU7bGZrMM
38. Mega Sarwati : https://youtu.be/Uz95zb29DrQ
39. Nadia Nur Fatimah: https://youtu.be/sEVYP7GX79Q
40 Aditia Ermawati: https://youtu.be/F0lKTwkhpIA
41. Kurnia Suci Maharani https://youtu.be/hsuVwQRsXLs
42 . Nuriani: https://youtu.be/U0VS6RKXvyw

https://www.krjogja.com/berita-lokal/jateng/kedu/tim-ppdm-uad-latih-petani-kaligesing-produksi-pembuatan-insektisida-alami/

Tim Pengabdian Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan pelatihan pembuatan insektisida alami di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Minggu (19/07/2020). Pelatihan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari kegiatan pengabdian yang dilakukan selama 1 tahun oleh Drs Hadi Sasongko, M.Si. dan tim.

https://www.krjogja.com/berita-lokal/jateng/kedu/tim-ppdm-uad-latih-petani-kaligesing-produksi-pembuatan-insektisida-alami/

Profesionalisme Biologist Dalam Konservasi di Indonesia

Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan kuliah umum pada
tanggal 11 Oktober 2018 dengan tema “Profesionalisme Biologist Dalam Konservasi di Indonesia”.
Bapak Mahendra Primajati dari Flora-Fauna Internasional, Indonesia Programme selaku narasumber
memaparkan betapa pentingnya peranan alumni dan pakar dari bidang Biologi untuk terlibat aktif
dalam melestarikan fauna dan flora yang sudah terancam punah di Indonesia. Kuliah umum yang
diselenggarakan di Islamic Center Kampus 4 UAD, dihadiri oleh 250 mahasiswa dan dosen Biologi
UAD dari berbagai kepakaran. Melalui kuliah umum ini diharapkan civitas akademika Biologi UAD
dapat terus terlibat aktif dalam penelitian dibidang konservasi dan terus meningkatkan pengetahuan
dan keterampilan guna mendukung pelestarian spesies yang terancam punah di Indonesia.

 

 

Fenomena Migrasi Burung di Indonesia

Kelompok Studi Burung Binobio Prodi Biologi FMIPA UAD mengadakan sarasehan pada Kamis, 6 Desember 2018 dengan mengangkat tema migrasi burung. Acara ini dihadiri oleh dosen –dosen dan mahasiswa pecinta burung dari Prodi Biologi UAD, Biolaska UIN Sunan Kalijaga, dan Bionic UNY, dengan menghadirkan narasumber yaitu Asman Adi Purwanto (Direktur Eksekutif BISA Indonesia). Saat ini burung-burung melakukan migrasi ke wilayah lain yang lebih hangat, berpindah sementara dari tempat asalnya yang sedang mengalami musim dingin. Beberapa tempat di Yogyakarta menjadi tempat persinggahan burung-burung migran ini, diantaranya di titik Nol KM dan di pantai Trisik, Kulonprogo. Di titik Nol KM banyak sekali burung yang bertengger di kabel-kabel listrik dan pepohonan, terutama saat burung-burung tersebut mulai istirahat dari mencari pakan di sore hari.

Fenomena migrasi burung ini adalah siklus tahunan yang rutin. Burung-burung migran ini pergi dari wilayah asalnya seperti China, Jepang dan Rusia, untuk mencari makanan di wilayah lain karena musim dingin telah menyebabkan sumber makanan berkurang. Narasumber pada acara sarasehan, Asman Adi Purwanto mengatakan, jenis burung yang banyak ditemui di titik Nol KM yaitu burung layang-layang asia. Sedangkan untuk burung pantai, terdapat setidaknya 44 jenis yang singgah di Yogyakarta.

Tantangan saat ini dalam konservasi burung migran adalah kurangnya edukasi dan penyadartahuan kepada khalayak umum sehingga banyak beredar persepsi yang salah. Seperti, daging burung yang lezat dan tidak dimiliki siapapun sehingga bebas untuk ditangkap atau diburu. Ada pula dugaan burung migran tersebut membawa virus flu burung.  Menurut Diah Asta Putri, M.Si. dan Inggita Utami, M.Sc. selaku pembimbing Kelompok Studi Burung Binobio, acara sarasehan ini diharapkan dapat membuka wawasan khususnya bagi mahasiswa, sehingga timbul keingintahuan lebih lanjut tentang fenomena migrasi burung yang dapat dituangkan dalam bentuk kegiatan sosial edukasi masyarakat maupun penelitian-penelitian. Acara sarasehan diakhiri dengan foto bersama dan janji temu untuk mengamati secara langsung burung-burung migran di titik Nol KM, Yogyakarta.