Minggu, 29 Oktober 2017 Paguyuban Pengamat Burung Jogja (PPBJ) melaksanakan kegiatan Jogja Bird Walk (JBW) yang pada bulan Oktober penanggung jawab kegiatan yaitu dari Biolaska UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan JBW dimulai pukul 08.00-14.00 WIB. Lokasi kegiatan pengamatan bertempat di Kampung Tujuh Nglanggeran Gunung Kidul D.I Yogyakarta.

    Peserta kegiatan JBW ini berjumlah 29 orang dan kelompok pengamat burung yang ikut berpartisispasi yaitu Binobio UAD, Biolaska UIN Sunan Kalijaga, Bionic UNY, Matalabiogama UGM,  dan Silvagama UGM. Tujuan dilaksanakan kegiatan JBW ini yaitu untuk mengetahui burung pemangsa (raptor) migran yang melintasi wilayah Jogjakarta. Selain itu juga untuk Silaturrahmi antar kelompok pengamat burung Jogja

    Pengamatan burung raptor dimulai pukul 08.00 sampai dengan 12.20 WIB.  Pengamatan dibagi menjadi dua lokasi yaitu lokasi pertama yang berdekatan dengan makam dan lokasi  kedua yang terdapat gazebo. Lokasi pertama pengamatan dilakukan oleh Binobio UAD (Arvitenno, Nurul Amalia, Tiwi, Sinta) dan Biolaska UIN sunan Kalijaga sedangkan lokasi kedua dilakukan oleh Bionic UNY, Binobio UAD (Anjar), Silvagama dan Matalabiogama. Pukul 11.50 WIB pengamat burung yang berada dilokasi kedua pindah ke lokasi pengamatan pertama dan melakukan pengamatan sampai pukul 12.20 WIB Selain burung raptor juga dilakukan pengamatan burung-burung yang terdapat disekitar lokasi pengamatan. Dokumentasi dan pencatatan mengenai jenis burung, jumlah individu juga dilakukan. Setelah kegiatan pengamatan selesai dilanjutkan dengan melaksanakan sholat Dzuhur kemudian diskusi hasil pengamatan. Pukul 13.00 WIB kegiatan diskusi mulai dilakukan dengan dibuka oleh mbak Tunjung selaku ketua Biolaska UIN Sunan Kalijaga sekaligus sebagai tuan rumah kegiatan JBW bulan Oktober,  bertempat di pendopo milik warga, yaitu dengan sharing hasil pada lokasi pertama dan lokasi kedua kemudian digabungkan antar kedua hasil pengamatan baik jumlah individu maupun jenis spesies burung yang teramati. Diskusi dilanjutkan dengan penyampain oleh ketua PPBJ yaitu mas Yono mengenai rencana pelepasliaran burung pemangsa di DIY (pelepasan kedua di Indonesia yang menggunakan satelit Tracking) untuk mengajak kelompok pengamat burung di Jogja  bekerjasama dalam kegiatan tersebut, selain itu juga dilakukan penyampaian mengenai kegiatan lain yang bekerjasama dengan BKSDA Yogyakarta dan TN Gunung Merapi. Diskusi selanjutnya yaitu perkenalan diri tiap masing-masing pengamat burung yang mengikuti kegiatan tersebut. Acara diskusi berakhir pada pukul 14.00 WIB yang ditutup dengan sesi foto bersama. Adapun hasil jenis-jenis burung yang didapat pada JBW Oktober 2017  yaitu sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Lokasi pengamatan pertama

Gambar 2. Lokasi pengamatan kedua

Gambar 3. Pengamatan burung raptor

Gambar 4. Diskusi hasil pengamatan

 

Gambar 5. Foto bersama peserta kegiatan JBW Kampung 7